Manusiaadalah tempatnya salah dan lupa (الانسان محل الخطاء) Maka pantas predikat itu selalu melekat pada diri manusia.Seorang ahli etimologi bahasa mengatakan bahwa terbentuknya kata manusia dalam bahasa indonesia,erat hubungannya dengan "qaidah lughatil Arobiyyah", (ما) berarti :sesuatu,hal,perkara,apa - apa.Sedangkan Manusiaadalah tempatnya salah dan lupa ( الانسان محل الخطاء) Maka pantas predikat itu selalu melekat pada diri manusia.Seorang ahli etimologi bahasa mengatakan bahwa terbentuknya kata manusia dalam bahasa indonesia,erat hubungannya dengan "qaidah lughatil Arobiyyah", ( ما) berarti :sesuatu,hal,perkara,apa - apa.Sedangkan 6 Barangsiapa ridho dengan rezeki yang sedikit dari Allah maka Allah akan ridho dengan amal yang sedikit dari dia, dan menanti-nanti (mengharap-harap) kelapangan adalah suatu ibadah. (HR. Bukhari) 7. Kepuasan (rela dengan bagiannya) adalah pusaka yang tidak bisa hilang. (HR. Al-Baihaqi) 8. Barangsiapa zuhud di dunia maka ringan baginya segala Dalil4: Allah memerintahkan untuk menjauhi judi. 5. Dalil 5: didapatkannya keberuntungan dengan menjauhi judi. 6. Dalil 6: judi menimbulkan permusuhan di antara manusia. 7. Dalil 7: judi menimbulkan kebencian di antara manusia. 8. Dalil 8: judi itu memalingkan orang dari dzikrullah. Vay Tiền Nhanh Ggads. JUDUL di atas adalah terjemahan dari pepatah Arab yang sangat populer dan seringkali menjadi dalil "pembenar" diri bagi orang yang melakukan kesalahan dan lupa akan sesuatu. JUDUL di atas adalah terjemahan dari pepatah Arab yang sangat populer dan seringkali menjadi dalil "pembenar" diri bagi orang yang melakukan kesalahan dan lupa akan sesuatu. Pepatah itu tak salah karena memang ada landasannya, yakni hadits rimayat Imam Turmudzi "Setiap anak Adam pernah berbuat salah dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang bertobat dari kesalahannya." Ada juga hadits riwayat Ibnu Majah "Sesungguhnya Allah menghapuskan dari umatku dosa ketika mereka dalam keadaan keliru, lupa dan dipaksa." Kemudian ada pertanyaan bagaimana dengan orang yang pura-pura lupa? Apakah dia juga juga dianggap tidak berdosa? Jawaban tegasnya adalah BERDOSA, bahkan dosanya bisa berlipat karena telah melakukan kebohongan publik yang merugikan orang lain. Nah, tipe pura-pura lupa seperti ini mulai marak jaman kita ini, terlebih orang-orang yang tertimpa kasus dan dibawa ke pengadilan. Rata-rata jawabannya adalah "saya lupa." Dalam kasus di luar pengadilan juga banyak. Perhatikan kisah berikut ini. Seorang tamu dengan malu-malu bertamu ke seorang ustadz yang dikenal ramah dan suka membantu kesulitan para jamaahnya. Ustadz itu bertanya "Apakabar? Agak lama juga kita tak jumpa di pengajian?" Orang itu dengan tersipu-sipu menjawab " Iya Ustadz. Saya baik ustadz. Saya sowan ke sini karena ingin berobat ustadz. Saya sakit." Ustadz lalu bertanya sakit apa dan sejak kapan. Dijawabnya bahwa penyakitnya adalah penyakit lupa. Jadi pelupa. Ingatan hanya bisa normal untuk periatiwa jangka pendek, lewat sehari biasanya lupa. Lalu orang itu meminta saran obat pada ustadz itu. Sebelum kasih saran obat, dengan senyum-senyum ustadz itu iseng bertanya "Bagaimana dengan utang Bapak 25 juta ke saya tiga bulan yang lalu? Apa sudah ada?" Orang itu menjawab "Maaf ustadz. Sudah lupa. Itu kan sudah lama. Jadi terhapus dari ingatan. Saya lupa betul. Makanya tanya obat pelupa." Tiba-tiba, ayam jantan milik ustadz berkokok. Ustadz berkata "Itu ayam jantannya sudah besar. Itu ayam jantan yang 5 bulan yang lalu kau kasihkan ke saya." Orang itu merespon " O ya. Waktu hujan-hujan itu ya ustadz?" Materi khutbah Jumat singkat kali ini mengingatkan jamaah akan tiga sifat yang menjadi biang dari keburukan dan kesalahan yakni takabur, hasud, serta tamak. Umat Islam diharuskan untuk menghindari ketiga sifat tercela tersebut. Kepentingannya adalah agar memperoleh kebahagiaan dan dijamin akan selamat di dunia hingga kelak di akhirat. Naskah khutbah Jumat singkat ini tentu saja dapat digandakan dan dibagi secara luas. Agar dapat menjadi pengingat dan sebagai tambahan jariyah. Redaksi Khutbah I إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيِّأتِ أعمالنا مَن يهده الله فلامُضِلَّ لَه وَمن يُضْلِلْهُ فَلَاهَادِيَ لَه أشهد أن لا اله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده و رسوله . اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين أما بعد. فياعباد الله أوصيكم ونفسى بتقوى الله Jamaah Jumat Rahimakumullah Pada kesempatan istimewa ini marilah kita saling mengingatkan untuk meningkatkan takwallah. Implementasinya adalah dengan menjalankan yang diperintah dan menjauhi larangan-Nya. Semoga dengan demikian kita termasuk hamba yang beruntung. Hadirin yang Berbahagia Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa manusia adalah tempat salah dan lupa. Pernyataan ini secara sepintas hendak memberi ruang seluas-luasnya bagi manusia untuk berbuat kesalahan, padahal tidak. Justru sebaliknya, hadits ini ingin memberi rambu-rambu kepada para hamba Allah bahwa diri mereka sangat rentan berbuat lalai dan terjerumus dalam kekeliruan. Yang paling penting bagi manusia adalah senantiasa hati-hati agar tidak terperosok ke lubang dosa dan kesalahan. Tentang hal ini, sebagaiman tercantum dalam kitab Muntabihat alal Istiddi li Yaumil Mîâd, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda أَوْحَى اللهُ تَعَالَى إِلَى مُوْسَى بْنِ عِمْرَان فِي التّوْراتِ إِنَّ أُمَّهَاتُ اْلخَطَايَا ثَلَاثٌ الكِبْرُ وَالْحَسَدُ وَالْحِرْصُ، فَنَشَأَ مِنْهَا سِتَّةٌ فَصِرْنَ تِسْعَةٌ الأُوْلى مِنَ السِّتَّةِ الشِّبَعُ وَالنَّوْمُ وَالرَّاحَةُ وَحُبُّ الْأَمْوَالِ وَحُبُّ الثَّناَءِ وَالْمَحْمَدَةِ وَحُبُّ الرِّيَاسَةِ Artinya Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa ibn Imran dalam kitab Taurat Sesungguhnya induk dari segala kesalahan ada tiga, yakni takabur, hasud, dan tamak. Ketiganya melahirkan enam hal, yaitu rasa kenyang, tidur, waktu senggang, cinta harta, gila pujian, dan cinta jabatan. Hadirin yang Dimuliakan Allah Bahwa sifat pertama sebagai biang kesalahan adalah takabur atau angkuh serta sombong. Sifat ini sangat menjerumuskan karena seorang hamba dibutakan oleh perasaan diri sendiri yang unggul dan di saat yang bersamaan memandang rendah orang lain. Kita tahu, iblis dikutuk masuk neraka selama-lamanya karena sifat ini. Perasaan bahwa iblis lebih utama dan mulia dari Nabi Adam Alaihis Salam membuatnya membangkang dari perintah Allah Subhanahu Wa Taala. Ia memilih jatuh dalam kegelapan selamanya ketimbang menaruh rasa hormat kepada Nabi Adam. Tampaklah bagaimana al-kibru atau keangkuhan memunculkan rasa paling benar sendiri, paling mulia sendiri, dan karenanya secara sadar maupun tidak merasa pantas untuk merendahkan yang lainnya. Sifat takabur juga berakibat pada hilangnya ketawadukan kepada sesama karena telah silap akan kekurangan dan kesalahan diri sendiri. الكِبْرُ بَطْرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ Artinya Takabur merupakan sikap mengingkari kebenaran dan memandang remeh manusia yang lain. Jamaah yang Mulia Yang kedua adalah hasud. Istilah lain dari sifat ini adalah iri atau dengki. Orang yang hasud memiliki ciri menjilat ketika sedang berhadapan dan mengumpat saat berada di belakang. Orang yang dihinggapi penyakit hati ini selalu diliputi rasa susah kala menyaksikan orang lain gembira; dan sebaliknya, merasa gembira kala orang lain sedang susah. Selain menyiksa batin sendiri, hasud juga menggerogoti amal kebaikan. إيَّاكم والحسدَ، فإنَّ الحسدَ يأكلُ الحسناتِ كما تأكلُ النَّارُ الحطبَ Artinya Jauhilah hasud karena sesungguhnya hasud menggerogoti kebaikan-kebaikan sebagaimana api menggerogoti kayu bakar. HR Abu Dawud Hadirin Rahimakumullah Biang kesalahan yang ketiga adalah al-hirsu atau tamak. Yang dimaksud dalam hal ini adalah serakah terhadap kehidupan duniawi. Sebagaimana yang diberikan kepada iblis dan binatang, Allah juga menganugerahi kita keinginan-keinginan. Hanya saja Allah memberikah kita batasan-batasan sehingga keinginan tersebut tersalurkan secara manusiawi dan sewajarnya. Tamak tak kalah membahayakannya dari takabur dan hasud. Orang yang dijangkiti sifat serakah biasanya tak peduli dengan kondisi di sekelilingnya, bahkan kadang kondisinya sendiri. Kesilapan dengan keuntungan materi yang besar bisa membuat sebuah perusahaan tambang terus mengeruk kekayaan bumi meski berakibat buruk bagi keseimbangan alam dan kehidupan warga sekitar. Seorang politisi rela melakukan risywah suap dan fitnah karena serakah terhadap jabatan. Jamaah Shalat Jumat yang Berbahagia Ketiga sifat itulah yang disebut ummahatul khathâyâ atau biang kesalahan. Dikatakan “biang” karena ketiganya menjadi faktor utama dan pemicu munculnya dosa-dosa lain. Khatib mengajak diri sendiri juga kepada hadirin sekalian untuk senantiasa mengevaluasi diri, seberapa jauh kita dihinggapi ketiga penyakit hati tersebut. Dan mari kita perbaiki selagi kesadaran masih bersemayam di dalam hati. Karena Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَّاءٌ وَ خَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّبُوْنَ. رَوَاهُ التِّرْمـِذِيُّ Artinya Setiap anak Adam manusia berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertobat. HR At-Tirmidzi Demikian khutbah singkat yang bisa disampaikan sebagai pengingat diri dan jamaah Jumat agar senantiasa berupaya mengindari dari biangnya keburukan. Percayalah, dengan menghindari tiga sifat tersebut, maka kita akan selamat di dunia apalagi kelak di akhirat. Amin ya rabbal alamin. بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ Sebagai manusia biasa, kita tentunya pernah mengalami lupa. Lupa adalah hal yang fitrah pada manusia, bahkan Allah juga telah menyebut hal ini dalam عَهِدْنَآ إِلَىٰٓ ءَادَمَ مِن قَبْلُ فَنَسِىَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُۥ عَزْمًاArtinya “Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa akan perintah itu, dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.” Thaahaa 115.Maka dari itu, lupa tidak menjadi sebuah dosa karena memang merupakan sifat yang melekat pada manusia. Sebagaimana firman Allah“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah”. QSAl-Baqarah 286.Tapi akan menjadi berbeda, jika lupa menjadi sebuah kebiasaan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Ada banyak penyebab lupa dalam Islam, dan kali ini kita akan membahasnya satu Kurangnya keimananSebagaimana telah kita ketahui, sholat fardhu maupun sholat sunnat akan memberikan dampak yang baik bagi kesehatan fisik dan mental, dan salah satunya adalah meningkatkan kinerja manfaat posisi sujud saat hamil, gerakan sholat ini akan membatu mengalirkan darah ke bagian otak yang tidak pernah bisa dialiri darah kecuali dengan sujud sehingga otak lebih optimal dalam bekerja. Itu sebabnya, orang yang jarang sholat akan lebih sering firman Allah SWT“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang miskin yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa yang tidak mau meminta, dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya. Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman dari kedatangannya. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat yang dipikulnya dan janjinya. Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itu kekal di surga lagi dimuliakan.” 19-35.2. Kurang istirahatTubuh yang digunakan untuk beraktivitas sehari-hari tentunya membutuhk istirahat yang cukup agar bisa digunakan kembali dengan baik, begitu pula dengan otak. Tidur yang kurang atau tidak berkualitas akan menyebabkan seseorang mudah lupa, begitu pula dengan orang yang sering DepresiJiwa tenang dalam Islam sangat diperlukan untuk keoptimalan dalam bekerja. Namun jika terdapat tekanan, maka seseorang akan menjadi mudah lupa. Depresi dapat menyebabkan penurunan daya ingat dan fungsi kognitif dari berbagai cara menghilangkan stres dalam Islam agar otak dapat mengingat berbagai hal dengan mudah MendengkurMendengkur menyebabkan timbulnya beberapa maslaah kesehatan, dan salah satunya adalah mudah lupa. Hal ini terjadi karena pada saat kita tidur dan mendengkur, saluran napas akan tersumbat dan memotong oksigen yang masuk dan karbon dioksida yang keluar sehingga sel-sel pada otak menjadi kekurangan suplai oksigen dan menurunkan daya ingat. Tidur dalam Islam yang baik adalah dengan mengikuti cara tidur Kurang bersyukurSifat kurang bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT juga dapat menyebabkan mudah lupa, sebagaimana firman Allah SWTوَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَٰنَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُۥ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُۥ نِعْمَةً مِّنْهُ نَسِىَ مَا كَانَ يَدْعُوٓا۟ إِلَيْهِ مِن قَبْلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَندَادًا لِّيُضِلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۚ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلًا ۖ إِنَّكَ مِنْ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِArtinya “Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon pertolongan kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa kepada Allah untuk menghilangkannya sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan manusia dari jalan-Nya. Katakanlah “Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka”. Az Zumar 8Maka dari itu, perbanyaklah bersyukur dengan cara bersyukur menurut Islam, bahkan dalam setiap helaan nafas. Karena ada banyak keutamaan bersyukur dalam Kurang dzikirAda banyak keutamaan berdzikir, dan salah satunya adalah membuat otak seseorang menjadi lebih kuat dalam mengingat sesuatu. Hal ini karena adanya pengulangan yang dilakukan secara rutin dan berulang-ulang sehingga sel-sel saraf otak lebih aktif. Anda bisa mencoba zikir harian Nabi Muhammad SAW setiap ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًاArtinya “Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah dengan menyebut nama Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Al Ahzaab 417. Bangga dengan amalSeseorang yang merasa bangga dan cukup banyak memiliki amal jariyah akan mudah lupa. Ia tidak lagi mengingat dosa-dosanya yang telah ia perbuat. Riya dalam Islam atau sifat sombong dalam Islam dengan amalannya akan membuatnya bin Abdullah al-Muzani rahimahullah mengatakan, “Apabila engkau melihat seseorang sibuk dengan aib orang lain dan lupa dengan aib dirinya sendiri, maka ketauhilah ia adalah orang yang tertipu”.Baca jugatata cara mandi wajibcara mandi dalam islampenyebab babi diharamkan dalam islam8. Efek obat-obatanKecanggihan teknologi saat ini menghasilkan berbagai produk instan, seperti suplemen multivitamin. Namun sebenarnya hal ini tidka baik untuk kesehatan otak dalam jangka panjang karena terdapat beberapa bahan kimia yang akan menyebabkan seseorang menjadi mudah lupa, misalnya obat antidepresan yang memaksa sel otak saraf menjadi lebih rileks dan melupakan Minum minuman kerasMinuman keras dalam Islam adalah minuman yang diharamkan, sama seperti makanan haram dalam Islam. Larangan minuman keras dalam Islam dikeluarkan karena dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel saraf otak sehingga menyebabkan penurunan daya ingat dan kinerja otak Banyak mengerjakan maksiatImam Syafi’i pernah berkata,“Aku pernah mengadukan kepada Waki’ guru tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.” I’anatuth Tholibin, 2 190. Mengerjakan dosa besar dalam Islam akan membuat seseorang menjadi mudah lupa dan MerokokKebiasaan buruk lainnya yang menjadi penyebab lupa adalah merokok. Hukum merokok dalam Islam adalah dilarang karena tidak ada manfaat yang didapat sama sekali, hanya menyebabkan kerusakan pada tubuh. Begitu pula dengan otak yang menjadi kekuranagn pasokan oksigen sehingga menurunkan daya PenyakitBeberapa penyakit dapat menyebabkan daya ingat yang menurun, seperti stroke, diabetes, Alzheimer, Parkinson, atau Usia lanjutUsia yang sudah lanjut akan menurunkan berbagai fungsi tubuh, termasuk otak sehingga menyebabkan penurunan fungsi daya ingat. Bahkan beberapa lansia yang mengidap beberapa penyakit juga kaan semakin menambah penjelasan terkait apa saja penyebab lupa dalam islam beserta dalil-dalilnya.

dalil tentang manusia tempat salah dan lupa